31 Agu 2011

Selamat Datang Marketing 4D - Evolution BTL 4D

Keren ya akhirnya saat ini kita  bisa menikmati trend nonton Bioskop ,TV, majalah dan  Media Papan Reklame 3 dimensi baca 3D.
Di dalam dunia 3D kita dapat menikmati film atau foto seolah - olah object yang ditampilkan hidup, keluar dari layar dan sepertinya bisa kita sentuh. object tersebut. Saya melihat Trend 3D ini akan berkembang dengan pesat dalam waktu 5 ke depan. Hal ini dapat terlihat dari maraknya produsen TV yang gencar beriklan  menawarkan produk-produknya dan Industry film Hollywood yang selalu mengeluarkan 2 versi film di setiap produksinya.

Pertanyaannya bagaimana dengan dunia Marketing ? Sudahkah memasuki dunia 3D ? Jawabannya adalah tentu saja sudah. bahkan tanpa disadari dunia 3D marketing sudah lama dilakukan oleh Marketer selama ini, dan kapan dimulainya mungkin salah satu dari pembaca bisa memberikan informasi..

Saya menerjemahkan ATL (Above The Line) adalah konsep aktivitas 2 dimensi baca 2D,  yang dapat menjangkau target konsumen secara luas untuk memberikan informasi suatu produk melalui media TV, Radio, Cetak dan Papan Reklame, Sehingga  target konsumen hanya bisa, melihat, membaca dan mendengar.  Walaupun. 3 tahun belakangan ini kita sering melihat Papan Reklame dengan design 3D. Seperti Papan Reklame nya Mc.Donald, terdapat Boneka Delivery man sedang naik tangga untuk mengantarkan pesanan, atau Papan Reklame Pasta Gigi Formula yang menggambarkan seseorang sedang menggigit t-shirtnya sehingga seolah-olah papan reklamenya robek memperlihatkan kerangka besi papan reklame tersebut.  .

Saya menerjemahkan BTL (Bellow The Line) adalah 3D. Di dalam konsep aktivitas ini BTL pemasar me

29 Agu 2011

Coklat Khas Indonesia


 "Indonesia adalah penghasil Cocoa (Bahan baku Coklat)  terbesar No.2 di dunia setelah negara Pantai Gading (Sumber data 2011), tetapi dunia lebih mengenal negara Swiss sebagai penghasil coklat No.1 di dunia walaupun negara tersebut tidak mempunyai kebun Cocoa yang memasok kebutuhan dunia ". Waaaah... Kok bisa ya ?

Informasi ini saya dapat dari kawan saya "Raja Tela" Firmansyah Budi pengusaha oleh - oleh khas Jogja Cokro dan pemilik Toko Coklat Roso yang terletak di depan Puro Pakualaman Jogjakarta. Saya sebagai penggemar coklat yang fanatik dari kecil sampai sekarang dan selalu belanja termasuk ngrepotin keluarga jika salah satu anggota keluarga pergi ke luar negeri dengan menitip coklat, serta selalu menyetok coklat di kulkas. Top of mind saya untuk peringkat coklat yang enak adalah Toblerone, Snickers, dan Cadbury. Sedangkan untuk produk dalam negeri yaitu Beng - Beng (Bukan karena saya bekerja di Mayora loh saya menyebut Beng-beng, tapi memang benar saya adalah penggemar Beng - Beng sejati dari SMA..... Hehehe...) dan tentu saja Silver Queen... Informasi yang saya dapat dari percakapan dengan Firman selalu menggelitik dan menari - menari dalam pikiran saya. Iya ya betul juga ya, mayoritas kita lebih mengenal Swiss penghasil Coklat No.1 dunia,  Kenapa nggak kita ya yang menjadi terkenal ?


Informasi tersebut menghantarkan saya untuk mampir ke Toko Coklat Roso milik Firman di depan Puro Pakualaman Jogjakarta. Sesampai disana, saya terkaget - kaget dan senang melihat varian coklat yang baru pertama saya lihat yaitu Coklat Jejamuan seperti Asem, Beras Kencur, Kunyit Asam, Coklat aneka kacang, Coklat aneka kopi seperti, Toraja, Irian, Lampung dan lain sebagainya juga Coklat pedas yang bahan bakunya adalah racikan coklat dan cabai.  Waaaaah hebat ternyata ada juga ya aneka coklat yang unik enak dan produksi dalam negeri lagi. Firman menyampaikan bahwa dia bertekat untuk mengembangkan bisnis coklatnya, "Masa kita Indonesia penghasil Coklat No.2 kalah dengan luar negeri, kita harus mampu dikenal dan menjadi pengolah coklat No.1" dengan semangat. 


Di lain kesempatan pada pertengahan bulan Agustus ini, saat saya bertugas ke Garut secara tidak sengaja saya mampir di suatu outlet untuk survey yang menyangkut pekerjaan. Saya kembali terkejut tempat yang beralamat di Jl. Otista No. 72 Tarogong Garut tersebut ternyata toko coklat yang berdampingan dengan toko bakery dengan Brand Chocodot. Oooooh ini ya outlet yang menjual Chocolate With Dodol  Garut yang Baligho promosinya ada di beberapa titik strategis jalan menuju kota Garut. 


Saat saya dan rekan kerja memasuki store, seorang pramusaji menyambut dengan ramah. Segera kami menjelajahi ruangan store yang dipenuhi rak display dengan didampingi oleh pramusaji,  kami mendapat penjelasan mengenai produk-produk apa saja yang tersedia. Dari komunikasi saya dengan pramusaji, saya mendapat informasi ternyata Coklat Roso yang berada di Jogja adalah partner dari Chocodot. Saya melihat ada beberapa produk yang sama di Chocodot juga tersedia di Coklat Roso. 


Dari hasil penjelajahan ke rak display yang memenuhi ruangan Store Chocodot, saya mencermati ada hal atau suasana yang membedakan antara store coklat Chocodot di Garut yang digawangi oleh Kiki Gumelar dan store Coklat Roso yang digawangi Oleh Firmansyah Budi, walaupun ada beberapa product yang sama dijual yaitu :Toko Coklat Chocodot Terlihat mempresentasikan konsep dari produk coklatnya yang di display seperti :  


- Aneka paket parcel yang berisi aneka produk chocodot dengan harga terjangkau  mulai dari harga Rp.50rb sampai dengan Rp.250rb.  Dengan konsep Parcel atau paket coklat yang dikemas dalam aneka keranjang menarik ini dapat membantu konsumen untuk tidak repot-repot memilih coklat sebagai oleh-oleh atau hadiah bagi orang yang kita kasihi. Bahkan ada beberapa paket parcel yang di dalamnya terdapat boneka "Dombrut" (Domba Garut) yang merupakan icon dari kota Garut.  


Paket Parcel Dengan Icon "Dombrut"

Paket Parcel Dengan Bermacam Ukuran
Menonjolkan  Produk Coklat dengan isi Dodol, seperti yang diketahui oleh masyarakat luas, Garut terkenal dengan dodolnya. - Konsep promosi yang menarik pada produk Coklat Sugar Free yang dikaitkan dengan paket khusus yaitu setiap pembelian 2 batang Coklat Free sugar Dark dan Milk akan mendapat 1 keping CD Boys Band yang kebetulan juga bernama Sugar Free dan berasal dari Garut.


Coklat Sugar Free
Setiap Pembelian 2 Bungkus Mendapat 1 CD
Boys Band Sugar Free
X - Banner Endorser
Produk Coklat Sugar Free
- Konsep kemasan Coklat yang "Out Of The Box"  Seperti Coklat Gawat Darurat yang di design dalam pesan tulisan yang tidak umum pada suatu bungkus produk. Atau bisa kita temui di salah satu pojok ruangan, kemasan paket Coklat yang berbentuk kue tart.


Coklat Dengan Kemasan "Out Of The Box"
- Adanya sudut merchandise all about Coffee yang menyediakan merchandise T-shirt, tas dan sandal yang identity berwarna coklat dan bertuliskan mengenai Coklat untuk dijual.


Merchandise T-Shirt
Sudut Merchandise Coklat
- Tersedianya kotak khusus untuk produk premium coklat, yang dimana konsumen dapat membeli coklat fresh yang terdisplay di lemari berpendingin. Konsumen cukup memlih coklat yang tersedia dan pramusaji akan menempatkan coklat tersebut di dalam kotak khusus. Coklat premium ini cocok sebagai hadiah untuk orang yang kita kasihi atau dinikmati sendiri oleh pecinta coklat. 


Tampak di sebelah kiri
Rak display berpendingin untuk Fresh Coklat
- Produk yang didisplay berdasarkan category seperti Category Parcel, Coklat Isi, Coklat Flavor, Coklat Special Edition dan Merchandise yang disusun dengan rapi dan menarik. Tampak terlihat juga di salah satu rak tersusun beberapa penghargaan Nasional dan International yang berhasil diraih oleh Chocodot. 
Produk Rapih Tersusun By Category


Penghargaan Prestasi Chocodot
Dari Dalam & Luar Negeri Tersusun Rapih
Sementara yang saya perhatikan pada saat berkunjung ke Toko Coklat Roso adalah kesan kental toko Coklat buatan Indonesia yang menyediakan aneka coklat yang diantaranya unik seperti Coklat seri Jamu (Asem, Kunyit, Beras Kencur)  Coklat Seri  Kopi (Irian,Sumatera, Toraja dll)  Coklat seri Kacang (Tanah, Mede, dll), Coklat rasa cabai. 


Pelajaran yang dapat kita lihat dari mencermati store  Chocodot dan Coklat Roso adalah : 
1.Mereka mempunyai tekad untuk menjadi produsen penghasil Coklat terkemuka di dunia, dengan keyakinan yang tinggi bahwa seharusnya Indonesia bisa menjadi pemimpin di dunia Coklat karena merupakan salah satu negara penghasil Cocoa terbesar yang memasok kebutuhan pasar International. 


2.Tidak ada yang tidak mungkin, apabila kita melihat sepak terjang mereka dengan inovasi produk coklat yang diciptakan dengan memberikan sentuhan traditional khas Indonesia seperti Coklat Jamu, Coklat Dodol, Coklat aneka kacang Indonesia, Coklat Kopi. 


3.Kemasan yang Out Of The Box yang dimana beda dengan kemasan atau bungkus yang umum beredar. 


4.Strategy Konsep Parcel dengan harga yang terjangkau dan bervariasi sesuai dengan kebutuhan dari konsumen pecinta coklat. Sehingga mampu menciptakan upsizing pembelian. 


Dengan keunikan produk dan kemasan seperti yang dijelaskan pada point 2,3 dan 4 maka seharusnya apabila di tunjang dengan distribusi yang lebih luas dengan membuka cabang-cabang atau penetrasi channel distribution di masing-masing regional mereka,  atau mengembangkan store di luar regional yang sudah ada, seharusnya store coklat di Indonesia dalam waktu dekat akan menjadi destination dari turis mancanegara, dan setelah itu nantinya diharapkan akan mendatangkan partner distribusi dari luar negeri yang tertarik untuk bekerjasama mendistribusikan produk coklat buatan Indonesia ini.


Peranan pemerintah juga diharapkan untuk mendukung pengusaha coklat dalam bentuk membina pengusaha dalam informasi teknologi dan mempermudah birokrasi pengembangan bisnis serta membantu memperkenalkan produk Coklat ini di pameran - pameran tingkat dunia.