"Indonesia adalah penghasil Cocoa (Bahan baku Coklat) terbesar No.2 di dunia setelah negara Pantai Gading (Sumber data 2011), tetapi dunia lebih mengenal negara Swiss sebagai penghasil coklat No.1 di dunia walaupun negara tersebut tidak mempunyai kebun Cocoa yang memasok kebutuhan dunia ". Waaaah... Kok bisa ya ?
Informasi tersebut menghantarkan saya untuk mampir ke Toko Coklat Roso milik Firman di depan Puro Pakualaman Jogjakarta. Sesampai disana, saya terkaget - kaget dan senang melihat varian coklat yang baru pertama saya lihat yaitu Coklat Jejamuan seperti Asem, Beras Kencur, Kunyit Asam, Coklat aneka kacang, Coklat aneka kopi seperti, Toraja, Irian, Lampung dan lain sebagainya juga Coklat pedas yang bahan bakunya adalah racikan coklat dan cabai. Waaaaah hebat ternyata ada juga ya aneka coklat yang unik enak dan produksi dalam negeri lagi. Firman menyampaikan bahwa dia bertekat untuk mengembangkan bisnis coklatnya, "Masa kita Indonesia penghasil Coklat No.2 kalah dengan luar negeri, kita harus mampu dikenal dan menjadi pengolah coklat No.1" dengan semangat.
Di lain kesempatan pada pertengahan bulan Agustus ini, saat saya bertugas ke Garut secara tidak sengaja saya mampir di suatu outlet untuk survey yang menyangkut pekerjaan. Saya kembali terkejut tempat yang beralamat di Jl. Otista No. 72 Tarogong Garut tersebut ternyata toko coklat yang berdampingan dengan toko bakery dengan Brand Chocodot. Oooooh ini ya outlet yang menjual Chocolate With Dodol Garut yang Baligho promosinya ada di beberapa titik strategis jalan menuju kota Garut.
Saat saya dan rekan kerja memasuki store, seorang pramusaji menyambut dengan ramah. Segera kami menjelajahi ruangan store yang dipenuhi rak display dengan didampingi oleh pramusaji, kami mendapat penjelasan mengenai produk-produk apa saja yang tersedia. Dari komunikasi saya dengan pramusaji, saya mendapat informasi ternyata Coklat Roso yang berada di Jogja adalah partner dari Chocodot. Saya melihat ada beberapa produk yang sama di Chocodot juga tersedia di Coklat Roso.
Dari hasil penjelajahan ke rak display yang memenuhi ruangan Store Chocodot, saya mencermati ada hal atau suasana yang membedakan antara store coklat Chocodot di Garut yang digawangi oleh Kiki Gumelar dan store Coklat Roso yang digawangi Oleh Firmansyah Budi, walaupun ada beberapa product yang sama dijual yaitu :Toko Coklat Chocodot Terlihat mempresentasikan konsep dari produk coklatnya yang di display seperti :
- Aneka paket parcel yang berisi aneka produk chocodot dengan harga terjangkau mulai dari harga Rp.50rb sampai dengan Rp.250rb. Dengan konsep Parcel atau paket coklat yang dikemas dalam aneka keranjang menarik ini dapat membantu konsumen untuk tidak repot-repot memilih coklat sebagai oleh-oleh atau hadiah bagi orang yang kita kasihi. Bahkan ada beberapa paket parcel yang di dalamnya terdapat boneka "Dombrut" (Domba Garut) yang merupakan icon dari kota Garut.
![]() |
| Paket Parcel Dengan Icon "Dombrut" |
![]() |
| Paket Parcel Dengan Bermacam Ukuran |
![]() |
| Coklat Sugar Free Setiap Pembelian 2 Bungkus Mendapat 1 CD Boys Band Sugar Free |
![]() |
| X - Banner Endorser Produk Coklat Sugar Free |
![]() |
| Coklat Dengan Kemasan "Out Of The Box" |
![]() |
| Merchandise T-Shirt |
![]() |
| Sudut Merchandise Coklat |
![]() |
| Tampak di sebelah kiri Rak display berpendingin untuk Fresh Coklat |
![]() |
| Produk Rapih Tersusun By Category |
![]() |
| Penghargaan Prestasi Chocodot Dari Dalam & Luar Negeri Tersusun Rapih |
Pelajaran yang dapat kita lihat dari mencermati store Chocodot dan Coklat Roso adalah :
1.Mereka mempunyai tekad untuk menjadi produsen penghasil Coklat terkemuka di dunia, dengan keyakinan yang tinggi bahwa seharusnya Indonesia bisa menjadi pemimpin di dunia Coklat karena merupakan salah satu negara penghasil Cocoa terbesar yang memasok kebutuhan pasar International.
2.Tidak ada yang tidak mungkin, apabila kita melihat sepak terjang mereka dengan inovasi produk coklat yang diciptakan dengan memberikan sentuhan traditional khas Indonesia seperti Coklat Jamu, Coklat Dodol, Coklat aneka kacang Indonesia, Coklat Kopi.
3.Kemasan yang Out Of The Box yang dimana beda dengan kemasan atau bungkus yang umum beredar.
4.Strategy Konsep Parcel dengan harga yang terjangkau dan bervariasi sesuai dengan kebutuhan dari konsumen pecinta coklat. Sehingga mampu menciptakan upsizing pembelian.
Dengan keunikan produk dan kemasan seperti yang dijelaskan pada point 2,3 dan 4 maka seharusnya apabila di tunjang dengan distribusi yang lebih luas dengan membuka cabang-cabang atau penetrasi channel distribution di masing-masing regional mereka, atau mengembangkan store di luar regional yang sudah ada, seharusnya store coklat di Indonesia dalam waktu dekat akan menjadi destination dari turis mancanegara, dan setelah itu nantinya diharapkan akan mendatangkan partner distribusi dari luar negeri yang tertarik untuk bekerjasama mendistribusikan produk coklat buatan Indonesia ini.
Peranan pemerintah juga diharapkan untuk mendukung pengusaha coklat dalam bentuk membina pengusaha dalam informasi teknologi dan mempermudah birokrasi pengembangan bisnis serta membantu memperkenalkan produk Coklat ini di pameran - pameran tingkat dunia.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar