29 Jul 2011

Kekuatan Suatu Jaringan Retail - Mencari Alternative Distribusi Baru

Kapan anda terakhir pergi untuk menikmati Ayam Goreng Khas Colonel Sanders atau biasa yang kita kenal dengan KFC?

Adakah "Menu" baru yang ditawarkan oleh pramusaji di counter penjualan?

Pada weekend lalu saat saya ke Gandaria City untuk membayar abodemen Flash internet di Grapari Telkomsel, Saya menyempatkan singgah untuk lunch di KFC, waaah sudah lama juga saya tidak berkunjung ke restaurant tersebut,  saya sudah rindu untuk menikmati ayam goreng OR kegemaran saya dan kebetulan dalam beberapa bulan terakhir ini sudah beberapa kali saya melewati outlets KFC di beberapa tempat dan melihat design interior KFC tampak semarak dari luar, saya berkeinginan untuk mampir tapi belum sempat.

Saya segera masuk ke dalam Restaurant fast food tersebut, dan seperti biasa saya harus mengantri di depan counter pemesanan. Sambil menunggu giliran memesan, mata saya segera menjelajah melihat menuboard yang berada di belakang counter untuk melihat apakah ada menu baru. Mata saya menangkap 3 hal yang menurut saya menarik, yang pertama adalah adanya TV yang menayangkan iklan KFC dengan endorser penyayi dan cuplikan2 video clip. Tayangan televisi ini bagi saya sangat menghibur karena saya cukup sedikit lama berdiri mengantri dan selain di Menuboard saya juga melihat ada beberapa Tv yang terpasang di beberapa sudut ruangan yang menayangkan program yang sama persis seperti yang ada di Menuboard.  Yang Kedua saat mata saya menyapu menuboard di bagian kiri, saya melihat adanya program Upsizing dari Paket makanan + minuman Pepsi hanya dengan menambah Rp.2,000.- dari harga paket yang ditawarkan konsumen akan mendapat minuman dengan cup yang lebih besar, waah program promosi upsizing ini menarik karena dapat menghemat. Saat mata saya menyapu menuboard di sebelah kanan mata saya menagkap suatu nama Paket Menu yang menurut saya unik yaitu Paket Kombo Hit List yang dimana di dalam Paket Menu tersebut selain ada 2 potong ayam, 2 nasi, 2 teh Sosro dan 2 cemilan pendamping terdapat juga 1 CD dari penyanyi terkenal Indonesia.


Paket Kombo Makanan + CD

Paket Kombo ini pasti bukan paket menu baru, tapi sudah lama tersedia hanya saja bentuk presentasi nya yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi paket menu yang menarik.

Saya teringat +/- 4 tahun yang lalu saat saya bertemu dengan Fabian Gelael dan Anto di kantor Gelson. Saat itu kita berdiskusi mengenai penjajakan peluang kerjasama, dan Fabian  menyampaikan program KFC yang akan inline dengan music. Pada saaat itu saya mengira program music ini hanya bersifat promosi sesaat.

Apa yang saya lihat sekarang ini ternyata KFC konsisten dengan program music nya. Anda akan melihat paket Kombo makanan, minuman + CD yang ditawarkan melalaui media komunikasi poster yang ada di store atau mendengar pramusajinya menawarkan CD pada saat anda memesan makanan.

Sungguh menarik mempelajari study case ini. KFC yang dulu hanya dikenal sebagai restaurant untuk menikmati menu ayam goreng plus minuman dan makanan pendamping, kemudian berkembang menjadikan music sebagai salah satu hidangan menunya. Music adalah Bahasa Universal yang  dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, dengan music suasana yang didapat akan menjadi lebih nyaman, apalagi ditunjang dengan design interior yang lebih dinamis, gaul dan anak muda seperti yang terlihat dan dirasakan di dalam KFC saat ini. Jadi KFC saat ini bukan hanya tempat menikmati ayam goreng, tetapi juga menjadi tempat untuk menikmati suasana bersama keluarga atau teman.

Dari sisi lain kita dapat juga mempelajari adanya mutual benefit bagi kedua belah pihak yaitu KFC dan artis penyanyi. Mari kita cermati satu persatu, yang pertama adalah KFC dengan "Menu" barunya yaitu music yang didukung dengan design interior keren, "masuk" untuk anak muda dan keluarga yang siap menikmati paket value meals yang tersedia. Bekerjasama dengan penyanyi dan group band KFC meng endorse mereka sebagai bintang iklan atau hanya tampil dalam Video Clip yang ditampilkan oleh program KFC. Tercatat nama group band dan penyanyi seperti Juliet, Antik, Opics, Bebi Romeo, Agnes Monica sampai SMASH hadir dalam tayangan Inhouse music KFC, Tv program, Poster sampai billboard di jalan utama, yang dapat menarik perhatian pelanggan loyal maupun pelanggan baru untuk datang menikmati "Menu" baru yang dikemas apik.  . Hal ini dapat kita lihat dengan penuhnya outlet KFC, hingga mengantri pada saat jam makan weekdays maupun weekend. Images dinamis, keren dan mengikuti trend music lekat dengan KFC di mata calon dan pelanggan muda. Kita dapat melihat strategy dari KFC untuk mengikat hati pelanggannya, yang anak muda dan keluarga dengan menampilkan group band atau artist muda, baru bahkan yang sudah terkenal seperti Agnes Monica.


Design Interior KFC lengkap dengan Images yang
Dinamis, Muda dan dilengkapi layar Tv
Yang kedua yaitu benefit bagi artist penyanyi dan group band, bekerjasama dengan KFC jelas sangat menguntungkan. Coba kita simak kembali seperti yang telah disampaikan diatas dengan gencarnya inhouse music, poster, dan CD display yang dapat dilihat atau di dengar rata-rata  +/- 100 - 250 pengunjung per store setiap jam makan, atau rata-rata 150 - 500 pengunjung per store per hari, didukung dengan ATL (above the line) lain yaitu penayangan Tvcom KFC yang gencar, penempatan billboard di bebarapa tempat strategis dan branding di mobil box KFC yang sibuk hilir mudik, dapat mempromosikan dengan gencar album CD atau memperkuat eksistensi group band dan artist penyanyi.


Billboard KFC dengan Iklan Group Band SMASH
Billboard Tampak Dari Jauh
Branding di Mobil Box KFC


Dengan melihat tingkat persaingan yang tinggi antara artist penyanyi dan group band, yang booming karena hampir setiap beberapa bulan lahir artist penyayi dan group band baru. Dimana untuk menunjang kesuksesan diperlukan media promosi yang efektif, tepat dan memenangkan display (AVIS- Avaibility Visibility) CD  di rak Toko Kaset. Maka menurut sumber informasi saya, bekerjasama dengan KFC adalah suatu alternative jalur promosi dan distribusi CD baru. Dengan +/- 400 store KFC yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia yang dikunjungi rata-rata 100-500 pelanggan per store per hari. maka penjualan menembus angka 300 ribu keping CD dalam beberapa minggu dapat dicapai. Coba bandingkan penjualan CD di toko regular, toko yang menjual puluhan bahkan ratusan artis penyanyi dan group band harus "berjuang" sendiri menawarkan dan mempromosikan CD. Sedangkan di KFC tentu saja  jumlah CD artist dan group band yang didisplay dibatasi dan bahkan langsung ditawarkan oleh pramusaji di belakang counter penjualan, yang dimana fasilitas ini tidak bisa ditemui di toko kaset / CD regular.  Dapat dilihat foto di bawah ini.(Sumber: Pribadi)


Rak Display CD
Artis Penyanyi & Group Band
di KFC Store
Jadi summary dari study case ini adalah:
1. Apabila suatu retail berkembang menjadi suatu jaringan retail, maka tanpa disadari akan terbentuk suatu kekuatan distribusi, penjualan dan promosi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Contoh KFC dengan +/- 400 store yang dikunjungi rata-rata est. +/- 100.000 pengunjung per hari.

2. Kekuatan suatu Brand dan Nama dapat di sinergikan dan dapat saling mendukung. Contoh : KFC suatu Global Brand dan Artis penyanyi, group band ternama yang saling bekerjasama.

3. Creative Idea dalam menyatukan produk yang berbeda adalah "Hal Yang Menjadi Mungkin" Yang dapat dikonsumsi oleh konsumen. Contohnya yaitu menjual CD dan paket kombo makanan + CD  di toko ayam goreng.

4. Mutual benefit yang tercipta dalam bentuk kerjasama akan efektif, mencapai target dan efisien. Contoh : KFC memerlukan program yang dapat meningkatkan value untuk Brand nya sedangkan Artist penyanyi dan group band memerlukan promosi dan display CD. Outlets KFC dikunjungi anak muda dan family yang merupakan target pendengar yang diinginkan oleh artist penyanyi dan group band.

Gadget Impian Saya Sebagai Team Sales Operation

Apabila kita bekerja di departemen operation atau lebih tepatnya Sales Operation ada pertanyaan dan beberapa situasi sebagai berikut yang pernah dialami.
          
      1. Pernahkah anda tiba-tiba di semprot oleh atasan kita karena pada saat atasan kita melewati suatu area atau toko, produk kita tidak tampak di tempat tersebut?

      2. Belum sempat kita menanyakan area dan outlet yang mana yang kosong atasan kita sudah berlalu dan kita sibuk mencari bawahan kita yang bertanggung jawab atas suatu daerah yang di complain oleh atasan kita.
    
       3. Atau atasan kita salah alamat menyemprot kita, karena ternyata area tersebut adalah di bawah koordinasi rekan kita. Sementara kita sudah disemprot abis-abisan, temen kita masih bisa tertawa gembira. Giliran kita jelaskan ke bos, dia sudah cool down dan tidak memarahi rekan kita.

      4. Atau kita balik situasinya kita sebagai atasan melewati suatu area atau toko kita lihat produk kita kosong dan geram terhadap situasi tersebut, tanpa menanyakan ke penjaga toko kenapa tidak ada produk kita, atau  melihat nama toko atau mengecek stock product kita langsung menelpon atau mengirim SMS ke  bawahan kita dan menyemprot abis-abisan.

     5. Atau kita dan atasan kita sedang melewati suatu area ingin mengetahui secara langsung dimana produk perusahaan  tersedia di toko terdekat tanpa perlu repot-repot menelpon team kita.


Hahahaha....saya yakin semua yang pernah terlibat di Sales Operation pernah mengalami pengalaman seperti diatas termasuk saya.... Hahahaha..... Sampai - sampai kita pernah gemetar dan nggak bisa tidur memikirkan kelanjutan karir kita jika yang complain dari Bos atau "Dewa-dewanya "nya perusahaan.


Beberapa tahun lalu tepatnya tahun 2008 saat pertama kali diadakan Djarum Black Innovation, saya termotivasi untuk mengikuti program tersebut, walaupun tidak masuk seleksi saya gembira dapat mengajukan proposal "mimpi" saya. (Saya ingat yang menjadi pemenang pada saat itu adalah karya seseorang yang menciptakan Lemari Emergency yang jika terjadi Banjir lemari tersebut dapat menjadi perahu).

Saya memahami mungkin proposal  "Mimpi" saya bukan hal yang baru dan mungkin sudah diterapkan di negara maju. Pada saat itu saya "memimpikan" suatu gadget canggih khusus untuk kita di jajaran Sales Operation yang dapat mengindentifikasikan:
- Nama Toko & Pemilik
- Jenis Toko.
- Alamat
- Produk kita yang dijual berikut Sales Record nya.
- Catatan Permasalahan yang terjadi atas suatu produk atau masalah lainnya.
- Catatan Keberadaan POP dan POSM.
- Catatan Program yang pernah dan sedang berlangsung.
- Hirarki sales organisasi atau PIC yang bertanggungung jawab. di area tersebut.

Coba mari kita berimajinasi, jika kita sedang melewati suatu jalan dengan kendaraan kita atau berjalan kaki ketika market visit, tinggal kita pencet layar sentuh gadget maka kita bisa langsung mengetahui secara visual point dimana saja toko atau customer yang menyediakan produk kita dengan beberapa alternative radius di sekeliling kita baik itu by channel dan by SKU !

Coba mari kita bayangkan, apabila dalam gadget tersebut kita sentuh layar nama toko, maka langsung terlihat foto toko yang di maksud lengkap dengan data Nama Pemilik, Alamat, No Tlp, Jenis Toko, Catatan Penjualan, Catatan Permasalahan yang terjadi, Catatan Keberadaan POP & POSM, Catatan program yang pernah dan sedang berlangsung, kita juga dapat mengetahui Distributor area mana yang meng cover, Nama Salesman sampai Regional Sales Manager yang bertanggung jawab lengkap dengan No Contactnya. Canggih ! semua hanya dalam satu genggaman !

Dengan gadget ini kita dapat mengetahui rapat atau tidaknya distribusi di sekeliling kita, dapat mengetahui produk perusahaan kita yang kuat maupun lemah, dapat mengetahui data secara visual, update dan akurat !.... Waaaah alangkah mudahnya bagi kita level Supervisor, Manager dan Director menganalisa dan memahami area atau pasar yang kita lewati dengan cepat dan tepat. Sehingga kita dapat melakukan tindakan secepat mungkin.

Berikut latar belakang dan Konsep "Mimpi" dari Gadget yang saya beri nama CSI - SMART.

Secara lengkap.

C S I   -  SMART

Customer System Information
Sales Map Area Rapidity Transaction

Latar Belakang Secara Umum
  1. Tingkat persaingan antara perusahaan yang menyediakan Barang atau Jasa di dalam memenangkan suatu produk agar  dapat tersedia di Toko / Customer semakin tajam.
  1. Director / Manager / Supervisor, seringkali mendapat Informasi data yang kurang akurat dan  credible serta tidak visual  bahkan fiktif mengenai keberadaan Toko / customer . Sehingga roda aktivitas penjualan di dalam merebut pasar belum maksimal.
  1. Sales maping yang masih conventional dan tidak update, sehingga tidak maksimal dan kurang praktis di dalam mendukung strategy penjualan.
  1. Belum ada alat yang dapat menyajian data yang otomatis, cepat, akurat dan secara visual.
Latar Belakang Secara Specific
Hambatan yang sering ditemui oleh saya sebagai National Sales Manager pada saat itu dan Board Of Director saya adalah :
  1. Memerlukan waktu untuk mengetahui posisi atau informasi mengenai  Toko / Customer , saat melintasi suatu area. (Berapa Jumlah Toko,  dimana saja posisi Toko / Customer dan lain – lain).
  1.  Memerlukan waktu dan melakukan komunikasi secara lisan untuk mengindentifikasi siapa Personal In Charges (PIC) yang bertanggung jawab atas suatu area penjualan dan Mencari Customer (Menelphone kepada team operation di bawah koordinasi kita yang pastinya sangat lambat dan kurang akurat atas validitas informasi yang diberikan oleh team).
Tujuan Dibuatnya program Gadget ini
Membuat suatu system dengan mendayagunakan alat yang dapat :
  1. Mempermudah Director / Manager / Supervisor mengetahui secara akurat dan update keberadaan visual suatu  Toko / Customer  di suatu area lengkap dengan foto toko, Data Nama Pemilik, Alamat, No Tlp, Jenis Toko, Catatan Penjualan, Catatan Permasalahan yang terjadi, Catatan Keberadaan POP & POSM, Catatan program yang pernah dan sedang berlangsung, kita juga dapat mengetahui Distributor area mana yang meng cover, Nama Salesman sampai Regional Sales Manager yang bertanggung jawab lengkap dengan No Contactnya.
  2. Mengetahui secara pasti potensi pasar, kekuatan dan kelemahan Sales operation di dalam suatu daerah didalam melayani Toko / customer.
  3. Mempermudah level pimpinan di suatu perusahaan di dalam memonitor sales operation team.
  4. Membantu memberikan data yang update sehingga level pimpinan dapat segera mengambil keputusan yang cepat di dalam memenangkan keberadaan product di suatu area.
Konsep Gadget
System program dibantu dengan suatu alat  yang dapat menyajikan informasi visual otomatis yang lengkap terintegrasi mengenai posisi,data pelanggan, PIC, potensi penjualan dan customer di suatu area.

Dukungan System & Alat
Dukungan untuk membuat suatu system alat yang dapat membantu mengindentifikasi Toko/ Customer ini ada 3 yaitu :
1.   Device berintegrasi dengan GPS.
2.      Program untuk menyimpan catatan data yang akan dibuat.
3.   Server Support.
4.   Skill dan Knowledge mengenai system distribusi dan sales operation di dalam suatu perusahaan distribusi product.

Kegunaan dan cara kerja alat
1.      Pada saat BOD atau Level Manager dan Supervisor melewati suatu wilayah, dapat melihat pelanggan di radius tertentu dari sekitar tempat BOD, Manager dan SPV berdiri dengan langsung melihat peta elektronik di dalam genggamannya.

2.  Selain mengetahui posisi pelanggan, BOD, Manager dan SPV dapat mengetahui Siapa PIC salesman,Channel type outlets dan barang apa saja yang dijual di pelanggan (Transaksi) yang tercatat di dalam CSI - SMART.

3.     Sebagai alat monitoring yang dimana BOD, Manager dan Supervisor dapat langsung mengetahui rapat atau tidaknya distribusi di suatu wilayah dan dapat langsung memonitor perkembangan pelanggan di suatu wilayah.

4.       Dengan informasi yang akurat dan update dapat memudahkan management untuk mengambil Action Plan atau keputusan di dalam mengembangkan businessnya

Berikut ilustrasi gambar gadget  : (Sumber dari Flyer Gadget Garmin)
Garmin GPS Screen  Handheld Type
With CSI - SMART System

Garmin GPS Screen Type Car Set
With CSI - SMART System.








24 Jul 2011

Branding Di Object "Tabu" ?... Kenapa Tidak ?

Dalam perjalanan dinas ke Bali beberapa minggu lalu seperti biasanya saya memilih hotel yang dekat dengan Pantai Kuta agar saya dapat menyempatkan diri lari pagi di sepanjang Pantai Kuta sambil menikmati deburan ombak di pagi hari. Memang perlu effort khusus untuk menjalankan satu olahragaku ini. Karena di Bali waktu yang berlaku adalah WITA atau Waktu Indonesia Tengah yang artinya ada perbedaan waktu satu jam lebih cepat dari Jakarta sehingga saya harus bangun pukul 4.15 WIB, agar saya tidak terlambat melakukan aktivitas kantor yang dimulai pada pukul 07.30 WITA.

Pagi itu setelah saya lari melintasi garis pantai dan berjalan kembali ke Hotel menyusuri pedistrian pantai, dari kejauhan mata saya terpaku kepada deretan  kotak berwarna merah yang berjejer sepanjang pedistrian pantai, saya memastikan bahwa kotak tersebut adalah tempat sampah. Saya dekati untuk melihat lebih jelas tulisan yang ada di samping kanan kirinya dan saya terkejut, ternyata kotak sampah tersebut di sponsori oleh Coca-Cola.

Saya jadi teringat hampir 14 tahun yang lalu saat saya bergabung dengan Coca-Cola Amatil sebagai Outdoor Signages Manager, pada saat itu saya bertanggung jawab atas branding Coca-Cola di tempat - tempat yang strategis dan patut ditempatkan branding. Project penempatan Signages di Kantin Sekolah, Provision Store, Tenda-tenda tempat makan pinggir jalan seperti di Pecenongan dan Blok M, Events PRJ sampai Restaurant dan Cafe tidak luput dari terjangan Branding Team saya pada saat itu. Misi Team kami jelas Branding Coca-Cola harus ada dimana - mana dan dominan, dan Team kami harus meningkatkan dan mempertahankan Brand Equity Coca-Cola yang sudah terbentuk.

Karena product Coca-Cola adalah product konsumsi minuman sama halnya dengan product makanan, maka pada saat itu ada brief dari management yang jelas disampaikan bahwa team kami harus menghindari branding di tempat-tempat atau Object "Tabu Bagi Branding" seperti di dalam dan dekat toilet,tempat kumuh dan pembuangan sampah.  Tujuannya adalah agar Brand Coca-Cola di tempatkan di tempat yang memang benar ada hubunganya dengan Makanan & Minuman, dan menjaga Images higenis dari produk.

Pesan penempatan branding bukan di tempat atau Object "Tabu" juga saya dapatkan sewaktu saya bergabung di Team Promosi Marlboro, Philip Morris Asia Inc.  Pesan saat itu yang disampaikan oleh Bp. Edi Tjahyono, Promotion Manager yang saat ini menjabat sebagai Marketing Director Suzuki Indomobil juga hampir sama yaitu, jangan Branding di lingkungan toilet dan tempat pembuangan sampah,  karena akan menanamkan Images jorok terhadap product kita.

Dengan berjalannya waktu dan tingkat persaingan yang tinggi antar perusahaan yang memproduksi barang sejenis. Maka Marketer di tuntut untuk melakukan terobosan kreatif untuk mempertahankan dan memenangkan Branding.  Seperti yang Saya lihat saat itu di pantai Coca-Cola menyediakan tempat sampah, Rambu yang mengingatkan Kebersihan, lengkap dengan Traktor pembersih pantai dan Bak gandengan pengangkut sampah.

Dengan peralatan dan perlengkapan kebersihan ber "Stempel" Coca-Cola ini,  pendukung kebersihan yang wara-wiri dan terjejer rapih pada pagi hingga sore hari menjaga kebersihan di pantai, maka dengan Elegance Coca-Cola menancapkan Branding nya untuk memperkuat "Brand Equity" di Pantai Kuta, yang merupakan salah satu Pantai terkenal di jagat raya ini. Seperti yang terlihat di foto di  bawah ini. (Sumber Foto: Pribadi)


Tempat Sampah
Dengan Branding Coca-Cola
Terlihat Tempat Sampah Berjejer Sepanjang Pantai
Tempat Sampah & Rambu Kebersihan
Rambu Petunjuk Tempat Sampah
Tractor & Bak Pengankut Sampah
Bak Pengangkut Sampah
Apa yang dilakukan oleh Coca-Cola saat ini di Pantai Kuta  mampu merubah paradigma branding yang ada.. Branding yang biasa terlihat di "Object" seperti Parasol Pantai, Kursi, Pelampung, Penyelamat, Ice Box, Visi Cooler, Billboard dan Benda lainnya, kini Coca-Cola mampu mengemas secara serius object peralatan perlengkapan kebersihan menjadi Branding yang powerful yang turut memelihara kebersihan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keren terlihat dari jauh, traktor warna merah menyala dengan logo Coca-Cola terlihat sibuk membersihkan pantai, kesan powerful dan exclusive dapat dilihat oleh konsumen.

Coba bandingkan dengan gambar di bawah ini, dimana salah satu Bank National ikut menyediakan hanya kotak sampah dengan jumlah yang sedikit, tidak ada kata-kata kampanye kebersihan di sekeliling kotak sampah, hanya tertulis nama Bank dan logonya, Sehingga kesan kehadiran suatu Brand yang powerful tidak dirasakan. (Sumber Foto : Pribadi)


Tempat Sampah Dari Suatu Bank
Bersanding Dengan Tempat Sampah Coca-Cola  

Salah satu case dari studi mengenai Branding ini dapat kita pelajari dari Strategy Branding Johnnie Walker yang ikut mensponsori team Formula 1 Mc.Laren.
mungkin ada orang awam yang berkomentar apa hubungannya balap mobil dengan minum Whiskey? Yang notabene adalah minum alcohol... Balapan F-1 lagi? Hehehe.... Nggak waras aja abis minum Whiskey terus kebut - kebutan.... Hehehe...

Terobosan Idea ini dapat tercipta oleh Marketer yang mampu dapat menggali nilai dan mengemas dua hal yang tidak mungkin bersinergi yaitu Alcohol dan Balapan, menjadi suatu kekuatan Brand Category Alcohol yang berdiri paling depan untuk mengingatkan pentingnya Kearifan Minum Alcohol & Keselamatan Dalam Mengemudi.

Dengan tagline Keep Walking... Branding Johnnie Walker tampil dengan Elegance menghiasi Mobil F-1, Helm dan Uniform Team Mc.Laren yang setiap dua minggu di siarkan pertandingannya secara langsung  di seluruh penjuru dunia yang disiarkan oleh televisi dan disaksikan oleh jutaan pemirsa di seluruh dunia, Seperti terlihat di dalam gambar di bawah ini. (Sumber Foto / Gambar Google & Pribadi).


Branding Di Mobil F-1
Branding Di Helm
Poster Kampanye
Jangan Minum Whiskey Sambil
Mengendarai Kendaraan
Poster Kampanye Dari Johnnie Walker

Branding Di Baju Balap

Bandingkan dengan minuman alcohol lain yaitu Beer Fosters, tampak terlihat branding pada beberapa musim lalu menghiasi sekeliling arena balapan tanpa terlihat adanya kampanye suatu pesan yang inline antara alcohol dan balap. Images yang ditampilkan oleh produk Beer tersebut hanya kemegahan balap dan kesexian dari Promotion Girl yang lalu lalang di arena balap.(Sumber Foto / Gambar : Google)


Branding Di Arena Balap
Branding Di Uniform SPG
Dari kedua study case Branding diatas yaitu Coca-Cola dan Johnnie Walker, dapat kita pelajari bahwa dengan semakin tingginya tingkat persaingan, dimana tempat-tempat branding terbaik diperebutkan dan hanya tertinggal tempat yang tidak cocok untuk Branding bagi suatu product.  Maka marketer dituntut untuk dapat menciptakan terobosan creative  yang mampu merubah suatu tempat yang "Tabu" untuk branding menjadi suatu tempat Branding yang Elegance, effective di mata public dan dirasakan manfaat kehadirannya.

Seperti yang disediakan Oleh Coca-Cola seperti Tempat Sampah, Rambu-Rambu Pengingat Kebersihan, Bak Sampah,Traktor pembersih. Peralatan dan perlengkapan ini "menghias" dengan warna merah nya dan logo di sepanjang pantai dan dirasakan manfaat kehadirannya oleh masyarakat.

Johnnie Walker dengan tagline dan campaign mengingatkan kepada masyarakat arti pentingnya  Kearifan Dalam Minum Acohol & Keselamatan Dalam Mengemudi yang menghiasi branding seputar balap F-1, media cetak dan electronic.

18 Jul 2011

Saya Pendatang Baru Di Dunia Blog

Selama ini mungkin untuk urusan Gadget, FB, Twitter, Kaskus dan Blog saya tertinggal dengan kawan - kawan bahkan dengan anak saya.
Sedikit mengingat masa perkenalan saya dengan dunia maya, teringat saya di tahun 2008 ketika ekspansi Blackberry mulai terasa di sekeliling saya yang dimana pada saat itu baru 2 orang kawan di kantor selain Bos saya yang menggunakan Blackberry, kawan saya terlihat asik masuk memencet tuts BB dan kadang kala tersenyum sendiri dan sebentar - bentar terdengar bunyi ring BB yang pada saat itu terdengar bunyi yang exclusive, sementara saya terheran - heran melihatnya. Bahkan di ruangan meeting pada saat saya bertemu dengan rekan bisnis, salah satu rekan bisnis saya tidak menghiraukan jalannya meeting karena sibuk memencet tuts membalas bunyi BB yang tidak mau diam  dan sempat membuat jengkel dan saya menegur rekan saya.


Kejadian tersebut juga saya lihat di lingkungan luar yang dimana orang yang terlihat memegang BB terkena wabah 'sibuk sendiri' atau  biasa yang disebut istilah 'autis'.Pada saat itu rasa kesal dengan wabah autis mengalahkan rasa keingintahuan saya terhadap benda canggih yang bernama Blackberry dan sempat terucap antara saya dan sahabat saya Kenedy untuk tidak memiliki BB karena kwatir akan terkena wabah Autis ( takut terkena wabah autis atau tidak mampu membeli?... hahahaha...) dan tentu saja ucapan saya ini menutup pintu koneksi informasi dan data dunia di tangan saya.




Saya tidak menyangka Benda bernama Blackberry yang pertama kali saya lihat sedang dipergunakan oleh kawan saya Bapak Rusdi Kirana CEO Lion Air,  pada saat kami menghadiri acara wisudawan Universitas Pancasila tahun 2007, menjadi booming  sampai sekarang. Dari fungsi sebagai access komunikasi dan informasi data corporate seperti yang disampaikan Pak Rusdi pada saat itu hingga saat ini menjadi  pintu koneksi jejaring social.


Pada hari ulang tahun saya di tahun 2009 tanpa disangka saya mendapat hadiah Blackberry dari istri saya. dan seiring dengan saya mempelajari benda canggih tersebut saya merasakan manfaat yang luar biasa, terutama di dalam membuat report, saya tidak perlu membuka laptop pada saat macet di jalan atau pada saat menunggu di lobby suatu kantor,  tinggal pencet di satu tangan suatu report selesai dan terkoneksi dengan beberapa system komunikasi sekaligus.


Melalui BB ini saya juga mengenal FB dengan mengikuti saran dari salah satu kawan saya yang menjanjikan bahwa FB akan membuka, menambah networking dan menjalin silaturhami serta belajar Narsis (hahahaha....)
biar bebas berekspresi maksudnya, jangan sampai ketinggalan dengan anak muda. hahahaha.... setelah mengetahui bagaimana  bernarsis ria ternyata wabah ini juga mengenai diri saya... hahahaha.... 


Saya mengenal Twitter juga dari BB dan dipertajam informasinya dari putri saya yang telah lebih dahulu aktif ber twitt ria,  juga Kaskus, bahkan putri saya yang membuatkan account Twitter untuk saya, " Ya Daddy Katro.."komentar putri saya pada saat membuatkan account untuk saya... Hahahaha.... dan saat ini saya belum menggunakan aktif twitter saya.
Dari akhir tahun 2010 saya berkeinginan membuatjuga Blog, tetapi saya tidak mengetahui bagaimana caranya, sampai akhirnya saya membeli buku bagaimana membuat Blog dan akhirnya memberanikan diri untuk membuat Blog ini.
Saya membuat blog terinspirasi dari cerita atau informasi yang saya dengar bahwa indahnya jika kita bisa berbagi dengan masyarakat dan saya menerjamahkan dalam objective saya bahwa saya akan berbagi informasi, pengalaman, pemikiran dan impian saya dalam bentuk tulisan. Mungkin saya terlambat membuat Blog tetapi mungkin belum terlambat untuk berbagi informasi, pengalaman, pemikiran dan impian. Dengan mengucapkan Bismillaahir Rahmaanir Rahiim Saya memperkenalkan diri saya sebagai pendatang baru di dunia Blog. Semoga Informasi, Pengalaman, Pemikiran dan Impian saya yang ditulis dalam Blog dapat bermanfaat.
Amien.    



17 Jul 2011

Selamat Ulang Tahun Ibuku, Focus & Passion Menghasilkan Energy Bagi Dirinya Di Dunia Seni Tari Dan Busana Daerah

Sudah menjadi tradisi di keluarga kami, apabila salah satu anggota keluarga kami  berulang tahun, maka pagi2 sekali anggota keluarga memberikan selamat baik secara langsung apabila serumah atau via telphone apabila tidak serumah.

Hari ini tanggal 17 July  Ibuku berulang tahun, karena tidak serumah saya menelphone Ibuku pada kesempatan pertama di pagi hari untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Saya tidak pernah hafal tahun kelahiran atau usia kedua orang tuaku, dan saya selalu menanyakan setiap tahunnya.

Tahun ini usia Ibuku 61 tahun. Sekilas mengenai perjalanan hidupnya, Ibuku lahir di Solo dari Ibu atau neneku  berdarah Solo dan Bapak atau kakeku berdarah Bali, keluarga Ibuku berjumlah 7 kakak beradik 5 diantaranya  berdarah seni yang menguasai bidang seni tari dan fotografi dan semua tinggal dan besar di Jakarta.

Keseharian Ibuku adalah seorang guru tepatnya guru tari yang menguasai tari traditional dan pernah mempunyai sekolah tari di daerah Matraman Raya Jakarta Timur di era tahun 1970 - 1990 selain tari traditional Ibuku juga pernah aktif melatih kelas aerobic di beberapa tempat dan teamnya pernah menjuarai beberapa tournament pada akhir thn 1980 an.

Pada tahun 1993 saat pulang melatih,Ibuku mengalami kecelakaan lalu lintas,kendaraan yang dikemudikan adik saya menabrak kendaraan di depannya sehingga Ibu saya terlempar keluar dari mobil. Alhamdulillah pada peristiwa kecelakaan tsb  Ibu dan adiku masih dilindungi oleh Allah dan tidak terluka serius hanya saja kaki Ibuku terkilir dan rasa nyeri yang kadang kala masih dirasakan sehingga Ibuku memutuskan untuk tidak mengajar aerobic dan fokus terhadap tari traditional.

Sampai saat ini ibuku masih aktif mengajarkan kelas khusus permintaan atas tari traditional terutama untuk siswa siswi sekolah TK sampai SMA dan team tari asuhannya masih mengisi acara di beberapa event institusi. Selain mengajar tari ibuku juga mempunyai galery penyewaan baju Traditional dan International.

Energy yang dipunyai oleh Ibuku tidak terlepas dari Focus dan Passion dari hobi yang ditekuninya dalam bidang seni tari dan baju daerah. Semenjak kecil ibuku sudah mendalami seni tari dan mempelajari baju daerah, kepiawaian beliau di dalam memodifikasi baju daerah patut diacungkan jempol, beliau mampu merubah seseorang yang sedang menggunakan suatu baju daerah ke baju daerah yang lain tanpa harus mengganti seluruh baju. Dengan rancangan khusus ini dapat membantu menghemat waktu pada saat pergantian tari atau parade baju selain menghemat bagasi yang akan dibawa jika harus travelling. Modifikasi baju yang lain yaitu ibuku dapat mengimajinasikan suatu baju daerah atau International dan mewujudkan dengan mendaur ulang baju daerah yang sudah ada dan semua itu dibuat sendiri melalui mesin jahitnya.

Kepiawaian dan Focus kepada seni tari dan baju daerah telah mengantarkan Ibuku untuk menjelajahi Benua Amerika, Eropa, Asia dan Australia bersama dengan keluarga dan Teamnya yang tergabung dalam misi kebudayaan Indonesia antara tahun 1980 - 1990.

Selamat Ulang Tahun Mama... Kami doakan selalu sehat, dilimpahkan rejeki dan Selalu dalam Perlindungan Allah, Amien.... .Energy dan Semangat berbagi akan selalu menjadi inspirasi kami.

Apabila dari pembaca memerlukan pelatihan tari traditional dan penyewaan baju daerah silahkan dapat menghubungi Ibu. Lien Mamesah di nomor tlp. 021- 47869609, mobilephone 08128172637 atau dapat langsung berkunjung ke kediamannya. di Jl. Nilam Raya No.1A Rawamangun Jakarta Timur.